Friday, 25 August 2017

BEKAM PANGGILAN BANDUNG

BEKAM PANGGILAN DI BANDUNG 24 JAM





Kami Melayani Berbagai Terapi Panggilan Untuk Wilayah Kota Bandung Dan Sekitarnya Diantaranya :

  • Bekam / Hijamah
  • Ruqyah Syar'iyyah
  • Gurah Hidung
  • Gurah Mata
  • Reflexy
  • Pijat Tradisional
  • Pijat Yumeiho
Hubungi :
Abu Haura - 085295035000 ( Tlp / SMS / WA )

 

KEAJAIBAN PENGOBATAN BEKAM / HIJAMAH


Pengetahuan Rosulullah SAW. tentang kesehatan dan ilmu pengobatan ialah berasal dari wahyu. Oleh sebab itu apabila ada yang meragukan kemampuan Nabi Muhammad SAW dalam hal pengetahuan pengobatan Thibbun Nabawi yang salah satu diantaranya adalah bekam, sama saja dengan meremehkan kebenaran Firman Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur'an surat An-Najm :


"Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya, ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya, yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat". (Q.S. An-Najm : 2-5).

Membedah perjalanan hidup Rasulullah SAW adalah hal menarik untuk ditekuni, terkecuali menelisik lebih jauh bagaimana sang nabi yang mulia mewariskan gaya hidup sehat sebagai petunjuk untuk umatnya. Tidak ayal, sejak baginda Rasulullah SAW masih hidup, perilaku sehat itu langsung ditiru oleh para sahabatnya.

Adapun para ulama sepeninggal Rasulullah SAW, mereka tidak mau ketinggalan. Merekalah yang mempopulerkan gaya hidup Rasulullah SAW dengan menghidupkan sunnah, menyelami hikmahnya dan membukukannya. Karena itu setiap zaman ada saja ulama yang membuat bahasan mengenai cara hidup sehat ala Nabi Muhammad SAW dalam sebuah bab atau buku tersendiri.

Salah satunya adalah kitab shahih karangan Imam Bukhari yang terdapat bab yang berjudul "Ath-thibb", kitab Shahih yang masih bisa kita temukan sampai sekarang. Selain itu terdapat lagi beberapa ahli hadits yang melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan oleh Imam Bukhari diantaranya yaitu Abu Dawud, Ibnu Majah serta kitab Abu Nu'aim Al-Isfahani yang didalamnya terdapat Bab yang berjudul "Ath-Thibb" tidak jauh berbeda dengan kitab yang dikarang oleh Imam Bukhari.


Namun disisi lain pembukuan teks yang menyangkut pengobatan ala Rasulullah  SAW juga didorong oleh penguasa. Tercatat Khalifah al-Makmun pernah meminta Ali Ridha r.a., cicit Nabi Muhammad SAW, untuk menyusun kitab pengobatan Nabi Muhammad SAW. Namun yang sangat disayangkan karya tersebut telah lenyap. Beberapa kitab serupa pun mengalami nasib yang sama misalnya kitab karya Imam Ibnu Sunni.


Adapun istilah ath-Thibbun Nabawi sejatinya mulai dimunculkan oleh para ulama muslim yang piawai dalam ilmu pengobatan pada abad 13-14 Masehi. Pada saat itu beberapa ulama ingin menggaungkan ilmu kedokteran dalam bingkai keimanan sehingga praktik pengobatan terjaga dari kesyirikan, takhayul dan khurafat.


Tercatat semisal Ibnu Qoyyim Al-jauziyyah mengulas ath-Thibbun Nabawi dalam kitabnya Zaadul Maad Fi Hadyi Khairil Ibad, Ibnu Muflih al-Maqdasi dalam Al-Adab asy-syar'iyyah, dan imam adz-Dzahabi yang juga menulis Kitab Thibbun Nabawi. Selain itu, dikalangan dokter ada Abdul Latif al-Baghdadi, penulis buku penyakit diabetes yang juga disebut sebagai pemilik Al-Tibb min al-Kitab wa al-Sunna.


Realitanya sampai sekarang saat ini di Srilanka masih berdiri sebuah Fakultas kedokteran yang menggunakan kitab Ath-Thibbun Nabawi karya Ibnul Qayyim sebagai textbook untuk mahasiswa kedokteran mereka. Pertanyaannya apakah calon praktisi medis itu belajar sesuatu yang abstrak ? kenyataannya tidak.


Hal itu karena ada kesinambungan dalam pembelajaran ilmu pengobatan klasik dan metode eksperimental modern seperti sekarang. Jadi, kajian untuk mengurai penyakit dan obat-obatan yang tercantum dalam karya Ibnul Qayyim terus berkembang hingga saat ini. Hal itulah yang tidak kita miliki di Indonesia.


Praktisi yang berembel-embel Ath-Thibbun Nabawi di Indonesia telah banyak beredar sampai ke pelosok-pelosok. Tapi diantara mereka ada yang menggunakan teori yang berbeda dengan para ulama dalam menjelaskan sunnah Nabi Muhammad SAW di kitab Ath-Thibbun Nabawi, seperti TCM (Tradisional Chinese Medicine), misalnya. Inilah yang membuat karya Ibnul Qayyim tersebut tidak terurai dengan sempurna. (Sumber : Keajaiban Resep Obat Nabi Menurut Sains Klasik dan Modern, Joko Rianto ; 2015).



Kami Melayani Bekam Panggilan, Ruqyah Syar'iyyah dan Pijat Panggilan Untuk Wilayah Bandung Dan Sekitarnya Hubungi : 085295035000 ( Telp. / SMS / WA ).

Dalam shohih Albukhariy diriwayatkan dari said bin Jubair dari Ibnu Abbas, dari Nabi Sallallahu alaihi wasallam bersabda : Kesembuhan diperoleh dengan tiga cara yaitu : dengan meminum madu, dengan pembekaman, dengan besi panas, dan aku melarang umatku dengan besi panas.

Abu Abdillah Al-Mazari rahimahumullah menandaskan, penyakit karena penyumbatan ada tiga jenis : Jenis yang menyerang darah, jenis kuning, jenis yang menyerang tenggorokan dan jenis hitam. Jenis yang menyerang darah caranya adalah dengan mengeluarkan darah yang tersumbat. bila termasuk ketiga jenis lainnya caranya adalah dengan mengonsumsi obat pencahar yang berkhasiat. untuk mengatasi setiap sumbatan yang komplikasi sekalipun. Dengan menyebut madu, seolah-olah nabi hendak mengisyaratkannya sebagai obat pencahar. Sementara bekam sebagai proses mengeluarkan darah kotor. Sebagian kalangan ulama menyebutkan bahwa proses pengeluaran darah kotor termasuk dalam sabda beliau "Pembekaman". Kalau semua cara tersebut tidak menemui hasil, maka metode pamungkasnya adalah kayy (Pengobatan dengan besi panas). Nabi menyebut Kayy sebagai metode pengobatan, karena pengobatan itu digunakan ketika kuatnya penyakit mengalahkan kekuatan obat-obat tersebut, sehingga obat yang diminum tidak lagi bermanfaat.


PENGERTIAN BEKAM



Bekam atau dalam Bahasa Arab disebut dengan Al-Hijamah (Arab: الحجامة; al-hijamah) adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia. Berbekam dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah darinya. Sel darah hanya bisah bertahan hidup selama 120 Hari (4 Bulan) lamanya, setelah itu sel darah akan mati dan diganti dengan yang baru. Kemanakah sel darah yang mati itu perginya? Sel darah yang mati tidak akan hilang dengan sendirinya tetapi tetap tinggal didalam tubuh dan jika dibiarkan terus menerus, sel darah yang mati ini akan menyumbat peredaran darah kita. Lalu bagaimanakah caranya membuang sel darah yang mati ini ? Jawabannya adalah dengan Berbekam, karena kalau lama dibiarkan didalam tubuh, sel darah yang mati ini akan menimbulkan penyakit. Bahkan dalam kasus yang parah darahnya ada yang sampai bau busuk.


Bekam Panggilan Bandung Raya


Kami Melayani Bekam Panggilan Untuk Wilayah Bandung Raya Dan Sekitarnya, Hubungi 085295035000 (Telp, SMS, WA).


Sementara arti sabda nabi SAW aku melarang umatku (menggunakan) Pengobatan dengan besi panas, dan dalam hadits lain, aku tidak suka melakukan pengobatan dengan besi panas. merupakan suatu isyarat bahwa pengobatan besi panas hanya menjadi cara terakhir saja. yakni bila sudah terpaksa sekali. Pengobatan dengan besi panas tidak boleh tergesa-gesadilakukan karena penyakit yang akan diatasi dengan besi panas terkadang justru lebih ringan rasa sakitnya dibandingkan dengan sakit karena besi panas itu sendiri.

Sebagian kalangan medis menandaskan, Sementara berbagai penyakit metabolisme terkadang terjadi karena adanya suatu unsur materi yang mengganggu atau non materi. unsur materi yang mengganggu sendiri terkadang bersifat panas, dingin, lembab atau kering atau bisa juga kombinasi dari beberapa sifat tersebut. diantara empat sifat tersebut ada dua sifat yang akatif, yakni panas dan dingin. Oleh sebab itu ucapan nabi secara langsung menyentuh metode terapi terhadap penyakit yang diakibatkan suhu dingin dan panas. sebagai contoh saja. Kalau Penyakitnya Panas kita atasi dengan cara mengeluarkan darah, dengan pembekaman misalnya dan sejenisnya. Karena cara itu dapat mengeluarkan unsur buruk dari dalam tubuh serta mendinginkan metabolisme. Namun kalau Penyakitnya dingin, bisa kita atasi dengan pemanasan. cara itu bisa dilakukan dengan meminum madu. Kalau disamping itu juga perrlu mengeluarkan zat dingin dari tubuh, madu juga bermanfaat untuk itu karena madu mengandung zat pemasak dan perecah, pelembut, pencahar dan pelunak. dengan semua zat itu. seluruh zat dingin berbahaya bisa dikeluarkan dengan cara mudah dan aman dari berbagai bentuk obat pencahar berat.

Adapun kay, karena setiap penyakit fisik terkadang bersifat tajam dan terkadang mudah berkembang menjadi dingin atau panas, maka kayy pada dasarnya tidak dibutuhkan. Namun kalau penyakit itu sudah menahun, maka pengobatan terbaik setelah mengeluarkan unsur berbahaya dari tubuh adalah kay. Yakni meletakkan besi panas pada tubuh yang boleh terkena kayy. Karena penyakit itu hanya bisa menahun karena unsur dingin yang kuat dan sudah mendekam lama dalam organ tubuh sehingga merusak metabolisme dan merubah substansinya menjadi mirip dengan unsur dingindan akhirnya menjadi hiperaktif dalam organ bersangkutan. Unsur itu harus dikeluarkan dari dalam tubuh dengan kay melenyapkan unsur api yang terdapat dalam tubuh melalui kay terhadap organ bersangkutan.

Dengan hadits ini kita mempelajari cara penyembuhan seluruh penyakit fisik. Kita juga dapat memetik pelajaran penyembuhan penyakit sederhana melalui sabda beliau, "Sesungguhnya demam ini berasal dari uap jahannam, maka dinginkanlah dengan air."

Adapun bekam disebutkan dalam sunan ibnu majah dari hadits Jubarah bin Al-Mughalis, namun ia perawi yang dhaif, dari katsir bin salim diriwayatkan bahwa ia berkata: Saya mendengar Anas Bin Malik berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda :

"Setiap kali aku melewati sekelompok orang pada malam Al-Isra, pasti mereka berkata, "Hai Muhammad, perintahkan umatmu untuk menggunakan bekam"

Sementara Imam Attirmizi meriwayatkan dalam jami'nya dari hadits Ibnu Abbas dengan makna senada bahwa beliau bersabda, Hendaknya kalian menggunakan bekam, Hai Muhammad.


SEJARAH BEKAM DI BANDUNG


Kami Melayani Terapi Bekam Panggilan Untuk Wilayah Kota Bandung Dan Sekitarnya
Hubungi : Abu Haura - 0852 9503 5000

Bandung Sejak dulu dikenal dengan julukan kota kembang, selain itu juga Bandung dikenal dengan julukan Paris Van Java. Sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat, Bandung terdiri dari berbagai pusat perindustrian, pusat perdagangan dan juga sebagai pusat perkantoran.

Pengobatan bekam di Bandung memang sudah dikenal sejak dahulu kala, namun perkembangan bekam di Bandung mulai berkembang pesat sejak tahun 2000an dimana sejak itu mulai tumbuh berbagai klinik bekam yang dipadukan dengan ruqyah dimana keduanya sama-sama merupakan pengobatan Thibun Nabawi atau pengobatan ala Nabi Muhammad SAW.

Salah satu komunitas yang turut andil dalam mempopulerkan perkembangan bekam di Bandung adalah BRC ( Bekam Ruqyah Center ) yang didirikan oleh Ustadz Hasan Badri Pada Tahun 2004. Dari Tahun ke tahun BRC mulai tumbuh dan  berkembang pesat, ditandai dengan dibukanya Cabang klinik BRC di berbagai daerah di Kota Bandung. diantaranya BRC Banjaran, BRC Ujung Berung, BRC gegerkalong, BRC Margahayu, BRC Cimahi, BRC Pajajaran, BRC Suci, BRC Cibinong, BRC Dago, BRC Buah Batu, BRC Cibaduyut / Leuwi Panjang, BRC Cijerah dan BRC Antapani. Setelah dibukanya beberapa cabang dikota Bandung, BRC mulai mengembangkan sayapnya ke luar Bandung, yaitu dengan dibentuknya klinik BEKAM di berbagai kota di Jawa Barat sehingga BRC yang semula singkatan namanya (Bandung Ruqyah Center) terpaksa harus mengubah namanya menjadi Bekam Ruqyah Center, karena cabangnya tidak hanya berkembang di Kota Bandung tetapi hampir semua kota di Jawa Barat bahkan sampai ke Bali.


PERBEDAAN DARAH HASIL BEKAM DAN DARAH SEGAR


Ada beberapa barometer yang bisa dijadikan tolok ukur untuk membedakan darah segar dan darah hasil bekam, diantaranya yaitu :

  • Darah Hasil Bekam Tidak Berbau Amis ( Sunda : Hanyir ) Sedangkan Darah Segar Berbau Amis
  • Darah Hasil Bekam Kalau Dijilat Tidak Terasa Asin Sedangkan Darah Segar Terasa Asin
  • Darah Hasil Bekam Tidak Akan Dikerumuni Lalat Sedangkan Darah Segar Bisa Dikerumuni Lalat, Karena Darah Yang dihasilkan Melalui Proses Bekam Mengandung Toksin Dan Racun-racun Lain Di Dalam Tubuh, Sehingga Jika Lalat Maksa Untuk Memakannya Maka Lalat Tersebut Akan Mati.
Bekam merupakan perintah dari langit ketika Nabi Muhammad SAW Isra Mi'raj, dimana ketika itu beliau melewati sekelompok malaikat yang menyeru bahwa : Hai Muhammad, perintahkanlah umatmu untuk berbekam. Berikut Haditsnya :

Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata: “Rasulullah SAW pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan bahwa beliau tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh beliau SAW dengan mengatakan: ‘Perintahkanlah umatmu untuk  berbekam’.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/20), hasan gharib).


Pada malam aku di-isra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata: “Wahai Muhammad suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR Sunan Abu Daud, Ibnu Majah, Shahih Jami’us Shaghir 2/731)


Dari Ibnu ‘Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku berjalan melewati segolongan malaikat pada malam aku diisra’kan, melainkan mereka semua mengatakan kepadaku: ‘Wahai Muhammad, engkau harus berbekam’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, Syaikh al-Albani (II/259))


Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku melewati satu dari langit-langit yang ada melainkan para malaikat mengatakan: ‘Hai Muhammad, perintahkan ummatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam,al-kist, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan’.” (KitabKasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami, III/388)


Semenjak itulah Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada Para sahabat untuk berbekam. Sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang bekam dibawah ini :


إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ


  • “Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim) 
  • Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam).” (Muttafaq ‘alaihi, Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim) 
  • Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam) (Muttafaq ‘alaihi, Shahih Bukhari (no. 2280) dan Shahih Muslim (no. 2214) 
  • Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah (HR. Ahmad, shahih). 
  • Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan.” (Kitab Mukhtashar Muslim (no. 1480), Shahihul Jaami’ (no. 2128) dan Silsilah al-Hadiits ash-Shahiihah (no. 864), karya Imam al-Albani) 
  • Dari Ashim bin Umar bin Qatadah RA, dia memberitahukan bahwa Jabir bin Abdullah RA pernah menjenguk al-Muqni’ RA, dia bercerita: “Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya didalamnya terkandung kesembuhan’.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim, al-Baihaqi)
  •  Kesembuhan bisa diperoleh dengan 3 cara yaitu: sayatan pisau bekam, tegukan madu, sundutan api. Namun aku tidak menyukai berobat dengan sundutan api ( HR. Muslim). 
  • Penyembuhan terdapat dalam tiga hal, yakni meminum madu, sayatan alat bekam, dan sundutan dengan api. Dan aku melarang umatku berobat dengan sundutan api. (HR. Bukhori) 
  • Dari Uqbah bin Amir RA, Rasulullah SAW bersabda: “ Ada 3 hal yang jika pada sesuatu ada kesembuhan, maka kesembuhan itu ada pada sayatan alat bekam atau minum madu atau membakar bagian yang sakit. Dan aku membenci pembakaran (sundutan api) dan tidak juga menyukainya.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya) 
  • Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika ada suatu kesembuhan pada obat-obat kalian maka hal itu ada pada sayatan alat bekam.” Beliau bersabda: “Atau tegukkan madu.” (KitabKasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami, III/388) 
  • Dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda: “Orang yang paling baik adalah seorang tukang bekam (Al Hajjam) karena ia mengeluarkan darah kotor, meringankan otot kaku dan mempertajam pandangan mata orang yang dibekamnya.” (HR. Tirmidzi, hasan gharib). 
  • Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah berbekam (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya Syaikh Al-Albani (II/259), Shahih Sunan Abu Dawud, karya Syaikh Al-Albani (II/731)). 
  • Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: “Kalian harus berbekam dan menggunakan al-qusthul bahri.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan an-Nasai dalam kitab as-Sunan al-Kubra no. 7581). 
  • Dari Jabir al-Muqni RA, dia bercerita: “Aku tidak akan merasa sehat sehingga berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya pada bekam itu terdapat kesembuhan’.” (Shahih Ibnu Hibban (III/440)) 
  • Dari Anas RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Jika terjadi panas memuncak, maka netralkanlah dengan bekam sehingga tidak terjadi hipertensi pada salah seorang diantara kalian yang akan membunuhnya’.” (diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitabal-Mustadrak, dari Anas RA secaramarfu’, beliau mensyahihkannya yang diakui pula oleh adz-Dzahabi (IV/212))
Oleh karena itu kita sebagai umat muslim hendaknya kita menjadikan pengobatan bekam sebagai pengobatan yang utama bukan sebagai pengobatan alternatif. Selain biayanya relatif murah, pengobatan bekam juga merupakan pengobatan yang tanpa menimbulkan efek samping dibandingkan pengobatan dengan cara kimia (mengkonsumsi obat-obatan kimia).

Sudah banyak kasus pada pasien yang mengalami penyakit hipertensi, kolesterol, asam urat, diabetes dan lain-lain yang dengan izin Allah bisa sembuh dengan cara berbekam. Dan yang terpenting adalah bahwa bekam itu adalah sunnah yang telah dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, jadi dengan berbekam kita mempunyai dua manfaat yang pertama yaitu mendapat pahala karena telah melaksanakan sunnah yang telah dianjurkan oleh Rosulullah SAW dan yang kedua adalah mendapat kesehatan dengan berbekam itu sendiri.


Pengobatan Thibbun Nabawi merupakan khasanah warisan dari Rasulullah SAW yang keberadaannya hampir terlupakan dalam beberapa abad ini. Namun seiring dengan waktu, pengobatan ala Nabi ini mulai Booming kembali di Indonesia mulai tahun dua ribuan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya :

  • Timbulnya beberapa riset yang membuktikan bahwa pengobatan ala Barat cenderung menyebabkan banyak efek samping yang membahayakan.
  • Adanya beberapa obat yang haram untuk kalangan umat Islam, karena mengandung beberapa unsur yang diharamkan menurut ajaran Islam
  • Pengobatan ala Barat bersifat membunuh satu Jenis penyakit tapi menimbulkan jenis penyakit baru.
  • Munculnya kesadaran masyarakat bahwa pengobatan Thibbun Nabawi nyaris tanpa menimbulkan efek samping yang berbahaya, walaupun dampak kesembuhannya perlahan tapi pasti.

Perkataan Rasulullah tidak mungkin salah karena beliau dibimbing oleh wahyu, Rasulullah tidak mungkin memerintahkan sesuatu yang madharat bagi umatnya. Oleh karena itu dibalik Sunnah pasti tersimpan sebuah Hikmah. Yakinlah akan kebenaran risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW, semoga kita termasuk golongan yang selalu menjunjung tinggi Sunnah-Sunnah Nabi Kita, Muhammad SAW. Aamiiinnn....


JENIS-JENIS BEKAM / AL-HIJAMAH


Pernahkah kita mendengar istilah bekam tanduk, bekam api, bekam basah, bekam steril, bekam sayat, bekam jarum dan lain-lain. Apakah yang membedakannya dari berbagai macam istilah bekam itu? pada hakekatnya istilah-istilah itu sama saja, hanya ada beberapa hal yang sedikit membedakannya yaitu :


Dari Segi Alat Pelukaan, Bekam Dibagi Menjadi Dua Jenis Yaitu :

  • Bekam Sayat, yaitu bekam yang menggunakan pisau bisturi atau pisau bedah sebagai alat untuk melukainya. Bekam ini membutuhkan keahlian khusus karena resikonya cukup besar, bekam dengan pisau ini harus dilakukan dengan hati-hati karena jika penorehannya terlalu dalam akan menimbulkan keluarnya darah segar, selain itu jika pasien tiba-tiba bergerak saat dilakukan penorehan sangat beresiko tertusuk oleh pisau, oleh sebab itu pasien dihimbau supaya jangan melakukan gerakan-gerakan saat penyayatan berlangsung. Untuk proses latihan dalam tehnik bekam sayat ini yaitu dengan menggunakan media kertas hvs 70 gram yang ditoreh-toreh dengan pisau bisturi atau pisau bedah, jika penorehan pada kertas itu terjadi bolong maka hal tersebut dinyatakan tidak lulus ujian. Namun jika penorehan pada kertas itu tidak terjadi bolong maka itu pertanda bahwa orang tersebut sudah mahir dalam tekhnik bekam sayat. Bekam sayat sebenarnya lebih Sunnah daripada bekam jarum karena pada jaman Rosulullah juga menggunakan pisau sebagai alat pelukaannya.
  • Bekam Jarum, yaitu bekam yang menggunakan jarum sebagai alat pelukaannya. Bekam dengan tehnik ini relatif mudah dan tidak beresiko, oleh karena itu bekam jarum merupakan bekam yang paling banyak digunakan oleh para terapis dalam mengobati pasiennya.


Dari Jenis Cuppingnya Bekam Dibagi Menjadi Dua Yaitu :

  • Bekam Tanduk / Bekam Api, yaitu bekam yang menggunakan media tanduk sebagai cuppingnya. Bekam jenis ini menggunakan spirtus yang dibakar dengan api didalam tanduk itu sendiri kemudian ditempelkan pada bagian tubuh yang menjadi titik bekamnya sehingga otomatis menghisap sendiri tanpa harus di sedot dengan alat sedot. Pada Zaman Rosulullah memakai tanduk sebagai alat cuppingnya karena mungkin belum ada cupping dari bahan plastik atau kaca, Namun pada zaman sekarang juga masih banyak orang yang menggunakan bekam tanduk ini dengan alasan lebih sunnah.
  • Bekam yang menggunakan cupping atau gelasnya terbuat dari bahan plastik atau kaca. Bekam inilah yang sering digunakan oleh para terapis dalam menterapi pasiennya dengan alasan lebih mudah dan lebih praktis.


Dari Jenis Darah Yang Dikeluarkan, Bekam Dibagi Dua Yaitu :

  • Bekam Basah, yaitu bekam yang disertai dengan adanya pelukaan baik dengan jarum ataupun pisau bisturi.
  • Bekam Kering, yaitu bekam yang tidak disertai dengan adanya pelukaan, melainkan hanya penghisapan saja.

 

WAKTU YANG BAIK UNTUK BERBEKAM


Kami Melayani Bekam Panggilan Di Bandung 24 Jam, Hubungi : 085295035000
Selain itu kami juga melayani berbagai terapi panggilan lainnya, diantaranya : Ruqyah Panggilan, Pijat Panggilan dan Gurah Panggilan.


Hadits-Hadits ini amat relevan dengan konsensus para ahli medis yang menyatakan bahwa proses pembeekaman pada paruh kedua dan hari-hari berikutnya dari kwartal ketiga setiap bulannya lebih baik daripada yang dilakukan pada awal atau akhir bulan.

Al-khallal menandaskan : Ishmah bin Isham menceritakan : Hambal telah menceritakan sebuah riwayat kepada kami, ia berkata : Abu Abdillah, Ahmad bin Hambal biasa melakukan bekam kapan pun terjadi ketidakstabilan pada aliran darahnya. Beliau melakukannya juga pada saat kapan pun bila dibutuhkan.

Penulis Al-Qonun menjelaskan, "Waktu Pembekaman yang baik dilakukan pada siang hari yakni jam dua hingga jam tiga. dan ditentukan waktunya seusai mandi, kecuali bagi orang yang berdarah beku, ia harus mandi air hangat terlebih dahulu, hingga tubuhnya menghangat, baru dilakukan pembekaman.

Kami tidak menyukai pembekaman pada saat perut kenyang. Karena itu bisa mengakibatkan timbulnya penyumbatan darah atau berbagai penyakit parah lainnya, terutama bila makanan yang disantap terlalu berat dan tidak sehat.

Dalam sebuah atsar disebutkan :

"Pembekaman yang dilakukan pada saat haus, bisa membantu proses penyembuhan, sementara bila dilakukan saat kenyang, bisa menimbulkan penyakit. Bila dilakukan pada tanggal 17, itu juga membantu penyembuhan."

Pemilihan waktu-waktu tersebut untuk melakukan pembekaman hanyalah dilakukan sebagai tindakan preventiv dan berjaga-jaga saja, demi menjaga kesehatan dan menghindarkan bahaya. Adapun dalam soal terapi, kapan saja dibutuhkan pembekaman bisa saja dilakukan.

Arti Ucapan dalam riwayat diatas "jangan sampai menimbulkan ketidakstabilan darah, karena itu bisa mematikan" merupakan indikasi kearah tindakan preventiv tersebut. Yakni ungkapan agar darah itu tidak bergejolak. Arti darah yang tidak stabil yakni aliran darah yang bergejolak. Namun sebagaimana diriwayatkan imam ahmad justru melakukan pembekaman setiap bulannya bila darahnya mengalami pergolakan.

Sementara hari yang dipilih dalam satu minggu disebutkan oleh Al-Khallal dalam al-jami, "Harb bin Ismail menceritakan sebuah riwayat kepada kami. Ia berkata : Aku pernah Bertanya kepada Imam Ahmad "apakah ada hari dimana bekam tidak disukai (makruh) dilakukan? Ada Riwayat mengenai hal Itu, yakni pada hari Rabu dan Sabtu. "Riwayat yang sama disebutkan dari Alhusen bin Hissan bahwa ia Pernah bertanya kepada Abu Abdillah Tentang Bekam, "Kapan bekam tidak disukai? Beliau menjawab hari Rabu dan Sabtu ada juga yang mengatakan hari Jum'at

Al-Khallal meriwayatkan dari abu salamahdan abu said Al-Maqburi, dari Abu Hurairah secara marfu :

"Barang siapa yang melakukan bekam pada hari Rabu atau Hari Sabtu, lalu ia terserang penyakit panu atau kusta, hendaknya ia menyalahkan dirinya sendiri."

Al-Khallal juga meriwayatkan : Muhammad bin Ali bin Jafar mengabarkan bahwa Ya'qub bin Bakhtaan menceritakan sebuah riwayat kepada mereka. ia berkata : Imam Ahmad pernah ditanya tentang berkapur dan berbekam pada hari Sabtu dan Rabu. Imam Ahmad menganggapnya makruh. Beliau Berkata "Aku pernah mendengar seseorang melakukan bekam dan sejenisnya pada hari rabu lalu ia terserang kusta. Aku bertanya kepada beliau "apakah karena ia meremehkan hadits tersebut. Beliau menjawab "Ya."

Dalam kitab Alafrad diriwayatkan oleh Ad-Daruqutni dari Hadits Nafi bahwa ia menceritakan : Abdullah bin Umar pernah bercerita kepadaku, "Darahku bergejolak, tolong panggilkan seorang tukang bekam. Tetapi jangan anak kecil atau orang yang sudah tua renta. Karena aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :

"Bekam Itu bisa menambah daya tahan tubuh, bisa menambah kemampuan berfikir. Lakukanlah bekam dengan menyebut nama Allah. Namun jangan kalian lakukan pada hari kamis, Jum'at, Sabtu dan Ahad. Lakukanlah pada hari Senin. Lepra dan kusta hanya turun pada hari Rabu (HR. Ibnu Majah)

Ad-Daruqutni berkata : Ziyad bin Yahya menyendiri dalam meriwayatkan Hadits Tersebut, dan Ayyub telah meriwayatkannya dari Nafi, dalam riwayat ini beliau bersabda, "Berbekamlah kalian pada hari Senin dan Selasa dan janganlah kalian berbekam pada hari rabu.

Sementara Abu Daud juga meriwayatkan dalam Sunannya dari hadits Abu bakrah bahwa beliau tidak suka melakukan bekam pada hari selasa. Beliau mengatakan "Rasulullah pernah bersabda : Hari Selasa adalah hari berdarah. Ada satu waktu dihari itu dimana darah tidak bisa berhenti mengalir.


Hari Yang Baik Untuk Berbekam


Hari Yang Baik Untuk Berbekam adalah Hari Kamis, Senin dan Selasa sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah SAW didalam haditsnya :



Dari Abu Hurairah RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW bersabda:

‘Barangsiapa berbekam pada hari Rabu atau hari Sabtu, lalu tertimpawadhah

(cahaya dan warna putih, lepra), maka hendaklah dia tidak menyalahkan,
melainkan dirinya sendiri’.” (KitabKasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))


Dalam hadits lain juga disebutkan :

Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Berbekam dilakukan dalam keadaan perut kosong adalah yang paling ideal, dimana ia akan menambah kecerdasan otak dan menambah ketajaman menghafal. Ia akan menambah seorang penghafal lebih mudah menghafal. Oleh karena itu, barangsiapa hendak berbekam, maka sebaiknya dia melakukannya pada hari Kamis dengan menyebut nama Allah SWT. Hindarilah berbekam pada hari Jumat dan hari Sabtu serta hari Ahad. Berbekamlah pada hari Senin dan Selasa. Hindarilah berbekam pada hari Rabu, karena Rabu merupakan hari dimana nabi Ayyub tertimpa malapetaka. Tidaklah timbul penyakit kusta dan lepra, kecuali pada hari Rabu atau malam hari Rabu.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, II/261, karya Imam al-Albani)


Tanggal Yang Baik Untuk Berbekam


Tanggal Yang Baik Untuk Berbekam adalah tanggal 15, 17, 19, dan 21 bulan Hijriyah (Bulan Islam) 
Sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits berikut ini :

  1. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (tahun Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani) 
  2. Dari Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya sebaik-baik bekam yang kalian lakukan adalah hari ke-17, ke-19, dan pada hari ke-21.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/204)) 
  3. Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita: “ Rasulullah SAW biasa berbekam di bagian urat merih (jugular vein) dan punggung. Beliau biasa berbekam pada hari ke-17, ke-19, dan ke-21.” (HR, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, sanad shahih) 
  4. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Berbekamlah pada hari ke-17 dan ke-21, sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian’.” (KitabKasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))
  5.  Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ya’quub[9] : Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin ‘Abdil-Hamiid Al-Haaritsiy[10] : Telah menceritakan kepada kami Husain bin ‘Aliy Al-Ju’fiy[11], dari Hamzah Az-Zayyaat[12], dari Abaan bin Shaalih[13], dari Anas, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Berbekamlah pada tanggal 15, 17, 19, atau 21. Jangan sampai darahmu bergolak “ [Al-Amaaliy, no. 331].


Bulan Yang Baik Untuk Berbekam :


Sampai saat ini saya belum menemukan keterangan yang menyebutkan bulan yang baik untuk berbekam, jadi bulan apapun merupakan bulan yang baik untuk berbekam, yang membedakan adalah hari dan tanggalnya.


Tahun Yang Baik Untuk Berbekam :


Begitu juga dengan tahun berbekam, Sampai saat ini saya belum menemukan keterangan yang menyebutkan tahun yang baik untuk berbekam, Jadi tahun berapa pun merupakan tahun yang baik untuk berbekam, jadi waktu yang baik untuk berbekam bukan dilihat dari bulan dan tahunnya tapi dilihat dari tanggal dan harinya.


Catatan Al-Khallal berkata:

“Aku diberitahu Ishmah bin Isham, dia berkata: Aku diberitahu Hambal, dia berkat: ‘Abu Abdullah Ahmad bin Hambal biasa melakukan bekam kapan pun ketika darah tidak normal dan kapan pun waktunya’.” Dari beberapa hadits di atas dapat disimpulkan bahwa Nabi SAW biasa melakukan bekam ketika sakit, tanpa harus melihat kapan waktunya, tanpa harus menunggu hingga tiba waktu tertentu. Secara ilmiah dan medis, jika waktu-waktu yang ditetapkan para ulama itu merupakan waktu yang paling baik dan paling tepat untuk melakukan bekam, karena pada saat itulah darah sedang tidak normal, maka waktu datangnya sakit merupakan waktu yang paling tepat dan efektif, karena saat itulah darah sedang tidak normal.


BATALKAH BERBEKAM KETIKA SEDANG BERPUASA???


Pada Bulan Ramadhan Umat Islam akan menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh, Namun bagi sebagian orang ada yang menganggap bahwa berbekam ketika sedang berpuasa bisa membatalkan puasa, akan tetapi alasan ini tidaklah memiliki dalil sama sekali, karena Rasulullah juga pernah berbekam ketika sedang puasa. Berikut dalilnya :


Dari Ibnu Abbas RA, berkata: “Rasulullah SAW berobat dengan hijamah ketika beliau sedang puasa.” (HR. Bukhari)


Dari seseorang, dia bercerita, “Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak batal puasa orang yang muntah atau orang yang bermimpi (basah) dan tidak juga orang yang berbekam’.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, sanad hasan oleh al-Albani)


Oleh karena itu bagi masyarakat yang ingin berbekam janganlah ragu karena telah ada dalil yang menegaskan bahwa berbekam tidak membatalkan puasa. Justru berbekam dalam keadaan perut kosong lebih baik daripada dalam keadaan perut kenyang. Karena dalam keadaan perut kenyang peredaran darah akan terfokus ke perut sehingga jika titik bekamnya dibagian punggung dapat menyebabkan darah yang dikeluarkan dibagian punggung tersebut menjadi berkurang. Sebagaimana disebutkan dalam Hadits :


Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Berbekam dilakukan dalam keadaan perut kosong adalah yang paling ideal, dimana ia akan menambah kecerdasan otak dan menambah ketajaman menghafal. Ia akan menambah seorang penghafal lebih mudah menghafal. Oleh karena itu, barangsiapa hendak berbekam, maka sebaiknya dia melakukannya pada hari Kamis dengan menyebut nama Allah SWT. Hindarilah berbekam pada hari Jumat dan hari Sabtu serta hari Ahad. Berbekamlah pada hari Senin dan Selasa. Hindarilah berbekam pada hari Rabu, karena Rabu merupakan hari dimana nabi Ayyub tertimpa malapetaka. Tidaklah timbul penyakit kusta dan lepra, kecuali pada hari Rabu atau malam hari Rabu.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, II/261, karya Imam al-Albani)


Dalam Hadits lain juga disebutkan :


Berbekam sebelum makan pagi sangat baik, karena padanya terdapat obat dan barakah, dapat menambah kecerdasan dan hapalan. Menambah hapalan seorang penghapal....” [lihat : Ash-Shahiihah no. 766].




Semua hadits terdahulu mengandung anjuran untuk berobat dan anjuran untuk melakukan bekam. Namun semua itu dilakukan pada saat dibutuhkan saja. Orang yang sedang berihram juga boleh melakukan bekam. Kalau pembekaman itu mengharuskan sebagian rambut dicukur, juga tidak apa-apa. Adapun pendapat yang mengatakan bahwa bila sampai mencukur sebagian rambut harus membayar fidyah, itu perlu ditinjau kembali. Tidak tepat bila dikatakan wajib membayar fidyah bila orang berpuasa melakukan bekam. Karena dalam Shahih Albukhary disebutkan bahwa Rasulullah SAW juga pernah melakukan bekam pada saat puasa. namaun apakah dengan demikian puasanya batal atau tidak? Itu masalah lain. Yang benar bahwa puasanya tetap batal karena bekam. Disitu Ada Riwayat Shaih dari Rasulullah dan tidak ada dalil yang membantahnya. dan hadits paling shahih yang membantahnya adalah hadits hijamah beliau ketika beliau sedang berpuasa.

Namun itu tidak menunjukkan bahwa puasa beliau tidak batal, kecuali bila memenuhi keempat hal: Pertama, bahwa puasa yang beliau lakukan adalah puasa wajib. kedua, beliau dalam keadaan mukim. Ketiga Saat Beliau tidak dalam keadaan sakit yang membutuhkan bekam. Keempat bahwa riwayat ini terjadi setelah riwayat, "Orang yang membekam dan dibekam sam-sama batal puasanya. Kalau keempat hal ini terpenuhi, perbuatan Rasulullah ini bisa dijadikan dalil bahwa puasa itu tidak batal karena bekam. Kalau tidak terpenuhi bisa saja puasa yang beliau lakukan adalah puasa sunnah sehingga bisa dibatalkan karena bekam dan sejenisnya. Atau bisa juga pada bulan ramadhan tetapi saat bepergian. Atau bisa juga pada bulan ramadhan saat beliau mukim tetapi belia melakukan bekam itu dalam keadaan terpaksa seperti sakit yang mengharuskan beliau berbuka. Atau bisa juga dilakukan di bulan ramadhan dan tanpa kebutuhan mendesak, namun hukum bekam disini dijadikan sebagai hukum asal.




Lalu Sabda Nabi SAW  "Orang yang membekam dan dibekam sama-sama batal puasanya." adalah hukum yang datang belakangan. Sehingga akhirnya itulah yang dijadikan standar hukumnya. Namun sayang keempat hal tersebut tidak terjadi satupun apalagi keempat-empatnya.


TITIK SUNNAH BEKAM


Titik Sunnah bekam adalah titik dimana Rasulullah SAW Pernah Berbekam / Perkataan beliau yang menunjukkan titik dimana harus berbekam. Beberapa titik sunnah tersebut adalah :


1. Ummu Mughits / Ubun-ubun / Kepala

  • Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita: “Nabi SAW pernah berbekam ketika beliau tengah berihram karena rasa sakit yang beliau rasakan di kepalanya.” (Shahih Ibnu Khuzaimah, karya al-A’zhami (IV/187)) 
  • Dari Abdullah bin Buhainah RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW berbekam di bagian tengah kepalanya sedang beliau tengah berihram karena pusing yang beliau rasakan.” (HR. Bukhari) 
  • Dari Ibnu Umar RA, dia bercerita: “Nabi SAW pernah berbekam di kepalanya dan menyebutnya dengan Ummu Mughits.” (Kitabal-Fawaaid, dinilai hasan oleh al-Albani) 
2. Kahil / Punggung
  • Dalam hadis Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi, dari Anas: “Bahwa Nabi shallAllaah ‘alayhi wa sallam berbekam tiga kali bekaman di akhda’ain dan Kahil” Akhda’aian (dua akhda’) adalah dua urat di samping kanan dan kiri leher, sedangkan kahil adalah titik di antara kedua bahu, agak menonjol, di bagian paling atas punggung yang bersambung dengan leher. Titik ini di bawah cervical 7 yaitu tulang yang paling menonjol di punuk.
Manfaat : Hipertensi, Pilek, asthma bronchial, muntah-muntah, selesma kronis, malaria, demam, TBC, influenza, epilepsi, kekakuan leher, kedutan pada punggung dan lengan atas, pusing, dan penyakit dalam tulang belakang leher, Mimisan / epistaksis, Stroke dll.
 

3. Katifain / Dibahu Kanan dan Kiri 
  • Dari Abu Kabsyah al-‘Anmari RA: “Rasulullah SAW pernah dibekam bagian tengah kepalanya dan diantara kedua pundaknya. Dan Beliau bersabda: ‘Barangsiapa mengalirkan darah ini, maka tidak akan mudharat baginya untuk mengobati sesuatu dengan sesuatu’.” (Shahih Sunan Abu Dawud (no. 3268), lihat juga kitabJaami’ul Ushuul(VII/541) 
  • Dalam hadis Abu Kabsyah Al-Anmari, ia berkata:“Rasuulullaah ShallAllaah ‘alayhi wa sallam berbekam di titik haamah dan titik di antara kedua bahunya. Beliau bersabda: “Barangsiapa telah mengalirkan sebagian darah ini (berbekam), maka tidak akan terkena bahaya andai ia tidak berobat dengan pengobatan apapun disebabkan penyakit apapun.’ (H.R. Ibnu Majah, Baihaqi, dan Abu Dawud).
Haamah adalah titik di kepala. Ada yang mengatakan di puncak dan tengah kepala.
 

4. Akhdain / Urat Merih Leher Kanan dan Kiri 
  • Dalam hadis Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi, dari Anas: “Bahwa Nabi shallAllaah ‘alayhi wa sallam berbekam tiga kali bekaman di akhda’ain dan Kahil” Akhda’aian (dua akhda’) adalah dua urat di samping kanan dan kiri leher, sedangkan kahil adalah titik di antara kedua bahu, agak menonjol, di bagian paling atas punggung yang bersambung dengan leher. Titik ini di bawah cervical 7 yaitu tulang yang paling menonjol di punuk.
  • Dari Anas bin Malik RA: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam di kedua
    urat merih (vena jugularis/jugular vein) dan punggung bagian atas.” (HR. Abu Dawus, dishahihkan oleh al-Albani)
Manfaat : malaria, demam, TBC, Pilek, influenza, asthma bronchial, epilepsi, kekakuan leher, muntah-muntah, kedutan pada punggung dan lengan atas, pusing, selesma kronis, dan penyakit dalam tulang belakang leher. Hipertensi, Mimisan / epistaksis, Stroke dll. 

5. Alawarik / Pinggang / Pinggul Kiri Dan Kanan

  • Dari Jabir, bahwa Nabi shallAllaah ‘alayhi wa sallam berbekam di pinggulnya disebabkan oleh wats’ (luka memar).”Wats’ adalah rasa sakit pada daging yang tidak sampai ke tulang atau rasa sakit pada tulang yang tidak disertai keretakan yang kita biasa sebut sebagai memar.
Manfaat : kolik ginjal, diare kronis, kuping berbunyi, beser mani, ngompol, impotent, keputihan hipersex, , kencing darah pada batu ginjal, sering kencing, urine sedikit, susah tidur bersifat lemah, , haid tidak teratur, mata kabur karena Yin Ginjal kurang. 

6. Punggung kaki kanan dan kiri 

  • Dari Anas RA, berkata: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam ketika beliau tengah berihram di bagian punggung kaki beliau karena rasa sakit yang ada padanya.” (Shahih Ibnu Khuzaimah, karya al-A’zhami (IV/187)) 
  • Dari Qatadah, dari Anas bahwa Rasuulullaah ShallAllaah ‘alayhi wasallam berbekam ketika ihram, di punggung telapak kaki disebabkan oleh memar. (H.R. Nasai).
7. Titik yang terasa sakit karena terkilir atau tersandung 
  • Dari Jabir RA, dia bercerita: “Sesungguhnya Nabi SAW jatuh dari kuda beliau dan menimpa batang pohon, sehingga kaki beliau patah. Waki’ RA berkata: ’Sesungguhnya Nabi SAW berbekam di bagian kaki yang terkilir’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya al-Albani ) 
  • Dari Jabir RA: “Nabi SAW pernah berbekam karena kakinya tersandung/terkilir.” (Shahih Ibnu Khuzaimah) 
8. Rongga Tengkuk
  • Disebutkan oleh Abu Nu’aim di dalam kitabath-Thibbun Nabawi, sebuah haditsmarfu’: “Kalian harus berbekam dijauzatil qamahduwah (rongga tengkuk), karena sesungguhnya ia dapat menyembuhkan dari 5 penyakit.” Beliau menyebutkan diantaranya adalah kusta.
9. Kedua Pelipis
  • Anas bin Malik Menceritakan, :"Dahulu Rasulullah SAW" pernah berbekam pada bagian pundak dan dua pelipis beliau. Hadits Anas ini bukan terdapat pada Shahih Albukhari dan Muslim. Namun dikeluarkan oleh Abu Daud, At-Tirmidzi (dinyatakan hasan oleh beliau) dan Ibnu Majah serta Ahmad dan Al-Hakim. Abu Daud menambahkan, beliau melakukan bekam tiga kali di pelipis dan pundak." Sementara para perawi lain tidak menyebutkan jumlahnya.
    pundaknya.
  • Dalam Shahih Al-Bukhary dan Muslim juga diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan bekam sebanyak tiga kali: sekali pada pelipisnya dan dua kali pada
  • Dalam Sunan Ibnu Majah diriwayatkan dari Ali bahwa Jibril pernah turun menemui Rasulullah SAW untuk mengajarkan bekam pada dua pelipis dan pundak beliau. dalam sanad hadits ini terdapat Ashbugh bin Natabah, ia adalah perawi lemah.
Dalam perkembangan ilmu bekam, selain titik sunah di atas telah ditemukan lagi titik-titik bekam sesuai dengan jenis penyakitnya, walaupun ada sedikit perbedaan diantara para ahli mengenai tempat titik bekam untuk pengobatan jenis penyakit tertentu. Wallaahu 'Alam.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat,

Jika ada tanggapan atau pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar dibawah ini, terimakasih

Barakallaahu fIikum.....Amien..
Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh


Kami Melayani Berbagai Terapi Panggilan Untuk Wilayah Bandung Dan Sekitarnya Diantaranya :

  • Ruqyah Syar'iyyah
  • Bekam / Hijamah
  • Gurah Hidung
  • Gurah Mata
  • Reflexy
  • Pijat Tradisional
  • Yumeiho

    Hubungi :

    Abu Haura
    085295035000 ( Tlp / SMS / WA )


MANFA'AT BEKAM BAGI KESEHATAN


Adapun manfaat bekam diantaranya adalah membersihkan permukaan tubuh secara lebih baik daripada cuci darah. Cuci darah mungkin lebih baik untuk membersihkan bagian tubuh yang lebih dalam. Sementara bekam mengeluarkan darah kotor dari sekitar bawah kulit.

Penulis tegaskan : Penjelasan tentang bekam dan juga cuci darah, bahwa kedua cara itu juga amat berbeda-beda aplikasinya pada setiap zaman dan tempat, lingkungan, heterogensi, negeri-negeri panas dan musim-musim yang panas. Di lingkungan panas yang rata-rata darah orang-orangnya amat matang, bekam lebih baik dari cuci darah. Karena darah mereka matang, lalu memancar dan mengalir ke bagian atas tubuh bagian dalamnya (bawah kulit), sehingga proses bekam dalam mengeluarkan darah kotor yang tidak bisa dikeluarkan dengan cara cuci darah. Oleh sebab itu bekam lebih berkhasiat pada anak-anak kecil dibandingkan cuci darah, demikian juga bagi mereka yang tidak tahan menjalani cuci darah.

Kalangan medis juga menegaskan bahwa di negeri-negeri panas bekam lebih bermanfaat daripada cuci darah. Namun disarankan untuk melakukannya di pertengahan bulan atau sesudah pertengahan bulan. Secara umum, pada tanggal seperempat akhir setiap bulannya, itulah yang terbaik. Karena pada awal bulan, darah belum bergejolak dan belum meningkat. Namun pada akhir bulan, darah sudah menjadi tenang kembali. Dan di pertengahan bulan atau sesudahnya beberapa hari, darah berada di puncak frekuensinya.

Penulis Al-Qanun menegaskan, Rasulullah SAW memerintahkan kita menggunakan bekam bukan di awal Bulan, karena komposisi unsur-unsur darah belum bergejolak pada saat itu, juga bukan pada akhir bulan, karena pergolakan darah sudah berhenti. Tetapi yang benar adalah dipertengahan bulan, ketika komposisi unsur-unsur darah dan frekuensinya meningkat tajam karena cahaya pada peredaran bulan yang juga memuncak frekuensinya. Di riwayatkan dari nabi SAW bahwa beliau bersabda :
"Pengobatan yang paling baik bagi kalian adalah bekam dan cuci darah."

Bekam itu sendiri ada dua macam yaitu bekam kering dan bekam basah. Perbedaan bekam kering dan bekam basah adalah bahwa bekam basah disyaratkan harus melakukan proses tambahan penghisapan darah sebelum diletakannya alat bekam pada organ yang sakit. Bekam kering hingga saat ini banyak digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri pada otot, terutama sekali otot punggung akibat rematik. Adapun bekam basah banyak digunakan pada kondisi tertentu seperti saat seseorang mengalami lemah jantung (heart Collapse) yang diiringi pula dengan gangguan paru-paru. Bekam ini juga digunakan untuk mengobati hernia punggung dan penyakit dada.

Sementara cuci darah kini banyak digunakan ketika terjadi lemah jantung (heart collapse) berat ditandai dengan kedua bibir yang memucat dan sesak nafas. Cuci darah itu dilakukan dengan menggunakan jarum suntik besar yang disuntikkan dibagian urat nadi lengan si sakit, lalu darahnya diambil sekitar 300 hingga 500 milimeter. Operasi ringan ini ternyata menyelamatkan banyak nyawa orang yang terserang penyakit jantung terutama ketika sudah pada puncaknya.

Sabda Nabi, "Pengobatan yang terbaik bagi kalian adalah bekam," merupakan isyarat terhadap penduduk Hijaz dan negeri-negeri panas lainnya, karena darah mereka encer, yakni bahwa bekam itu lebih cocok terhadap tubuh mereka sehingga mampu menarik keluar panas tubuh mereka dan berkumpul dibalik kulit. Juga karena pori-pori tubuh mereka lebar dan stamina tubuh mereka bagus. Namun Cuci darah berbahaya buat mereka. Bekam dapat memecah saluran darah tetapi tetap sealur dan konsisten, diiringi dengan terbukanya sumbatan pembuluh darah, terutama pembuluh yang tidak banyak mengeluarkan darah. Meskipun cuci darah pada masing-masing organ tubuh tetap memberikan khasiat. Contohnya adalah cuci darah pada dada amat berguna mengobati lever dan limpa yang panas, demikian juga berbagai peradangan berdarah, selain juga berguna mengobati radang paru-paru, juga bermanfaat untuk usus dan ginjal serta berbagai penyakit darah dari mulai lutut hingga panggul. Cuci darah pada kelopak mata amat berguna mengobati berbagai penyakit tubuh yang berkaitan dengan darah, atau bila terjadi darah kotor pada tubuh. Sementara cuci darah pada bagian punggung amatlah bermanfaat mengobati berbagai penyakit kepala, leher, kelebihan darah atau darah kotor. Sementara cuci darah pada pipi amat berguna memperbaiki sakit limpa, asma, bronkus, dan penyakit kepala dan bagian-bagianya.

Sementara bekam dipundak amat berguna mengobati penyakit pundak dan leher. Bekam di pelipis amat berguna mengobati penyakit kepala dan bagian-bagiannya, seperti wajah, gigi, telinga, mata, hidung dan kerongkongan, kalau terjadi karena kelebihan darah atau darah kotor atau karena kedua-duanya.

Dalam Shahih Al-Bukhary dan Muslim disebutkan dari Anas bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan bekam saat beliau sedang berihram pada bagian kepala karena penyakit pusing yang di derita beliau.

Sementara dalam Sunan Abu Daud disebutkan dari hadits Jabir bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan bekam pada pinggulnya karena penyakit pegal-pegal yang dideritanya. (dikeluarkan juga oleh An-Nasa'i dan Ibnu Majah)

Kalangan medis berbeda pendapat tentang pembekaman pada satu titik di tengkuk yang disebut Qamahduwah.

Abu Naim dalam bukunya Ath-Thibbun Nabawi menyebutkan sebuah hadits marfu', hendaknya kalian melakukan bekam di titik qamahduwah di bagian tengkuk, karena itu dapat menyembuhkan lima macam penyakit. Ia menyebutkan, diantaranya adalah lepra."

Dalam hadits lain disebutkan "Hendaknya kalian melakukan bekam di titik qamahduwah dibagian tengkuk, karena itu dapat menyembuhkan tujuhpuluh dua macam penyakit

Sebagian Ahli medis menyebutkan bahwa bekam dititik itu cukup baik karena bisa mengatasi rabun dan benjolan yang timbul di mata serta berbagai penyakit mata lainnya, juga berkhasiat mengatasi sakit pada belakang alis dan pelupuk mata.

Dikisahkan bahwa ahmad bin Hambal pernah bermaksud melakukan bekam. Beliau berbekam pada dua sisi tengkuknya, namun tidak menyentuh titik qamahduwah. Diantara pakar medis yang tidak menyukainya adalah penulis Al-Qanun. Beliau menandaskan bekam pada titik itu dapat menimbulkan penyakit lupa, sebagaiman yang dinyatakan jungjungan kita penghulu kita Rasulullah SAW bahwa sesungguhnya bagian otak belakang adalah letak kemampuan menghafal. Bekam dapat melenyapkan kemampuan itu.

Namun Kalangan lain membantah bahwa hadits ini tidak shahih. Kalaupun hadits itu shahih, maka bekam hanya membahayakan bagian belakang kepala bila digunakan tidak pada saat dibutuhkan. Namun kalau digunakan saat organ ini kelebihan darah, secara medis dan menurut ajaran Syariat itu amatlah bermanfaat. Diriwayatkan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah SAW sendiri pernah melakukan bekam pada beberapa titik di belakang kepalanya sesuai kebutuhan. Beliau juga melakukan bekam dibagian tubuh lain sesuai kebutuhan.

Bekam dilokasi bawah dagu amat berguna mengatasi penyakit gigi, penyakit wajah dan tenggorokan, bahkan juga bisa membersihkan darah kepala dan telapak tangan, bila memang dilakukan secara proporsional.

Bekam pada bagian telapak kaki bisa sama fungsinya dengan cuci darah pada urat shaafin, yakni urat besar dibagian mata kaki, bisa mengatasi penyakit koreng dipaha dan betis, dan penyakit gatal-gatal pada biji kemaluan.

Sementara bekam pada lokasi bawah dada juga berguna mengatasi bisul dipaha bahkan juga penyakit kudis dan jerawat, penyakit ambien, bawasir, penyakit gajah, dan gatal punggung. (dikutif dari buku karangan Ibnu Qayyim Al-jauziyyah).


Bekam Panggilan Bandung


Bagi Anda yang membutuhkan bekan panggilan di bandung silahkan hubungi 085295035000 (Telp. SMS, WA). Tersedia juga terapi lainnya seperti : Gurah Panggilan, Pijat Panggilan Dan Ruqyah Panggilan.


BOLEHNYA BERPROPESI SEBAGAI TUKANG BEKAM (Al-HAJAM)


Dalam Shahih Albukhary dan Muslim diriwayatkan dari Thawus, dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW pernah berbekam dan memberi upah kepada tukang bekamnya. (Diriwayatkan Juga Oleh Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Dalam Shahih Albukhary dan Muslim diriwayatkan dari Humaid Ath-Thawil, dari Anas diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah dibekam oleh Abu Thayyibah, maka Nabi memerintahkan agar ia diberi upah dua Sha' bahan makanan. Beliau menurunkan beban dharibah bagi orang tersebut, lalu beliau berkata kepada para sahabat, Sebaik-baik cara pengobatan bagi kalian adalah bekam. (Dikeluarkan Oleh Ahmad dan An-Nasa'i.

Dalam Jami' At-Tirmidzi diriwayatkan dari Abbad bin Mansyur bahwa ia berkata : Saya pernah mendengar Ikrimah meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas memiliki 3 orang budak yang pandai membekam. Dua diantaranya biasa mengambil upah dari beliau dan keluarganya ketika membekam. Sementara Seorang diantaranya biasa membantu beliau dan keluarga beliau dengan kepandaian bekamnya. Ibnu Abbas pernah berkata : Nabi SAW bersabda, "Orang yang paling baik adalah seorang tukang bekam (Al-Hajjam), Karena ia mengeluarkan darah kotor, meringankan otot kaku dan mempertajam pandangan mata orang yang dibekamnya. "Sesungguhnya Rasulullah SAW saat mi'raj, setiap kali melewati sekelompok malaikat, setiap itu pula mereka berkata, Hendaknya engkau membiasakan diri melakukan bekam." Ibnu Abbas menambahkan, "Waktu terbaik melakukan bekam adalah tanggal tujuh belas, sembilan belas dan dua puluh satu. Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya pengobatan paling baik bagi kalian adalah sa'uut, ladud, bekam dan jalan kaki. Rasulullah SAW pernah melakukan ladud. Beliau pernah berkata, Siapa yang bisa melakukan ladud terhadapku? Mereka semua diam saja. Yang tinggal di rumah ini hanyalah yang bisa melakukan ladud, yakni Al-Abbas." Hadits ini gharib. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

Hadits tersebut juga mengandung konsekuensi dibolehkannya membayar upah dokter dan tenaga medis lainnya tanpa terlbih dahulu melakukan transaksi pengupahan. Bisa diberikan upah selayaknya sesuai dengan kapasitasnya, atau dengan harga yang disepakatinya.

Hadits ini juga mengandung hukum dibolehkannya bekerja dengan profesi sebagai tukang bekam. Meskipun orang yang merdeka tidak layak mengambil upah dari pekerjaan itu, tetapi hukumnya tidak haram. Karena Nabi memberikan upah kepada tukang bekam dan tidak melarang tukang bekam itu mengambil upah tersebut. Kalau dikatakan bahwa upah itu adalah uang kotor tak ubahnya dengan sabda beliau yang menyatakan bahwa bawang merah dan bawang putih sebagai barang kotor. Namun keduanya tidak menjadi haram karena sabda tersebut.

Hadits ini juga menunjukkan bahwa seorang tuan boleh mengambil bayaran dari budaknya atas sesuatu yang ditentukan setiap hari dengan kemampuannya. Dan bagi budak tersebut berhak menggunakan kelebihan dari yang ia bayarkan tersebut, seandainya ia dilarang menggunakannya. Berarti seluruh penghasilannya menjadi milik tuannya. sehingga penentuan itu tidak ada gunanya. Padahal apa yang melebihi upahnya secara otomatis menjadi miliknya, yang dapat ia gunakan sekehendak hatinya. Wallaahu 'alam.


Bekam Panggilan Bandung Raya 24 Jam


Kami Melayani Bekam Panggilan, Gurah Panggilan, Pijat Panggilan Dan Ruqyah Syar'iyyah Panggilan Untuk Wilayah Bandung Raya, Cimahi Dan Sekitarnya. Telp, SMS, WA : 085295035000



Sumber : Metode Pengobatan Nabi Karangan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah



Location: Wisma Resko Nugraha Jl. Raya No.51, Cigending, Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat 40611, Indonesia

0 comments:

Post a Comment